Refleksi Pengenalan Diri Manusia

Saya terinspirasi oleh tokoh Jon Sung, dan memang sedikit banyak itulah yang dialami sekian orang dalam menjalani kehidupannya, kita terlalu berfokus terhadap hal-hal yang sifatnya duniawi dan jasmani, sehingga terkadang melupakan bahwa jiwa dan rohani inipun butuh pemeliharaan. Sifat spiritual yang sangat terasa inilah yang perlu dikembangkan, diberi pupuk setiap hari, membuat koneksi kita dengan Tuhan dan menjalankan pedoman yang telah diberkan oleh-Nya.

Saya dapat melihat bahwa sebenarnya yang dialami Jon Sung adalah ketidak seimbangan hidup. Selama ini hidupnya condong atau terlalu berat ke sisi kecerdasan intelektual dibandingkan spiritualnya, maka itu ia merasa sangat hampa walau ia telah mendapatkan segalanya yang ingin dicapai oleh kebanyakan orang. Karena memang itulah yang dibutuhkan manusia, yaitu keseimbangan hidup, sehingga manusia itu dapat mencapai tujuannya, sadar akan eksistensinya di dunia, dan tidak melupakan atau mengabaikan unsur yang telah menjadikannya ada di dunia, yaitu Tuhan. Saya juga terinspirasi oleh tokoh Yap Thiam Hien yang dapat membuktikan bahwa nasionalisme tidak dapat dikaitkan, diukur, dari nama, agama, suku yang melekat pada seseorang, kita tinggal di negeri Indonesia, maka itulah kita, orang-orang yang sedang membangun dan mengembangkan kualitas pribadinya agar kelak dapat berkontribusi positif untuk negeri ini dan untuk kepentingan orang banyak.

Source :
Buku Panduan Mata Kuliah Etika. Jakarta : UKI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s